Biasanya seperti itu dikatakan orang tua, jika :
- Ada yang masalahin pola asuhnya.
- Ada yang kesel ngeliat sikap kasarnya kepada si anak.
- Ada yang protes ketidak mampuannya merawat, mengasuh, dan membimbing si anak.
Saya, sebagai orang tua, tentunya merasa kesal jika ada terjadi seperti yang diatas. Karena saya sebagai orang tua merasa yang paling berhak atas jiwa dan raga anak-anaknya.
Tapi pernahkah terpikir kita orang tua sudah mewujudkan hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang seperti apa yang mereka inginkan.
Saya sebagai orang tua, sampai saat ini masih menginginkan anak-anak menjadi anak tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang mandiri, yang tentu saja seperti yang saya sebagai orang tua inginkan. Ironis kan ?
Karena itulah, saya sebagai orang tua akan terus belajar karena seperti kutipan dari puisi Khalil Gibran : ANAKMU bukan anakmu ! dituliskan :
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.
